Selasa, 10 Mei 2011

Cara mengoptimalkan konsentrasi

Mengapa saya mengatakan optimal. Jika kita konsentrasi secara maksimal pada satu objek masalah, kita bisa lupa dengan orang dan lingkungan di sekitar kita ( kecuali jika kita tidak di tengah kehidupan sosial misalnya di hutan ). Jadi, kita bisa memanage pikiran kita untuk 75 % fokus pada pemecahan masalah. Dan 25 % untuk respon terhadap lingkungan sekitar. Relatif, tergantung situasi dan kondisi. Jika masalahnya urgent, usahakan untuk 99% fokus pada masalah yg kita hadapi. Untuk mengoptimalkan konsentrasi berikut ada beberapa tips yg mungkin bisa membantu anda :

  • Tarik nafas agak dalam dan keluarkan sacara perlahan, ulangi hingga hati dan pikiran anda merasa nyaman. Bila perlu sambil memejamkan mata.
  • Aromaterapi, gunakan bau-bauan yang bisa membuat pikiran anda merasa nyaman. Beberapa orang menyukai aroma minyak kayu putih, beberapa lagi menyukai bau parfum yang lembut. Sebaiknya anda peraktekkan sendiri bau apa yang kira-kira bisa membuat pikiran anda nyaman. Harap diingat... jangan gunakan bau-bauan yang membuat anda mengantuk.
  • Soundterapi, suara juga bisa menjadi pemicu daya konsentrasi anda. Coba anda dengarkan musik instrumen atau suara-suara alam yang bisa membuat anda nyaman. Bagaimanapun, nyaman adalah salah satu akar konsentrasi. (Download program soundtrapi di sini) (SN nya di sini)
  • Set-up tempat di mana anda berada menjadi senyaman mungkin
  • Bahkan pakaian anda pun berpengaruh terhadap konsentrasi. Sebaiknya gunakan pakaian yang agak longgar dan nyaman. Pakaian yang ketat akan membuat pernafasan dan peredaran darah terganggu.
  • visualterapi. Jika memungkinkan, anda perlu berhenti sejenak jika anda terlalu lelah berpikir. Coba alihkan pandangan mata anda ke sesuatu yang berhubungan dengan alam (misalnya rumput hijau, pepohonan, aliran sungai).
  • Cobalah untuk mengatasi rasa stress, dan sedikit menyatu dengan alam
Mengapa kita stress?
  • Waktu kita hanya diisi oleh kerja dan kita lupa menikmati waktu
  • Kita sulit mengatakan "Tidak" padahal kita ingin mengatakannya
  • Kita sering berada di hiruk pikuk kota (polusi, macet, dan bising)
 Solusi :
  • Luangkan waktu anda untuk refreshing
  • Belajar mengatakan "Tidak" pada sesuatu yang tidak kita sukai (Lakukan dengan bijaksana dan sopan, jawaban "Tidak" yang sopan lebih baik daripada "Ya" yang terpaksa)
  • Sekali-kali pergilah ke tempat yang masih alami. (Gunung, sungai, atau laut). Back to nature


 Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi yang membaca... Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar harap tidak mengandung unsur SARA, jika terdapat unsur SARA, maka resiko menjadi tanggung jawab pemosting komentar